Jawaban Cepat: Ukuran stand up pouch dinyatakan sebagai W × H + D (Lebar × Tinggi + Kedalaman Gusset Bawah) dalam milimeter. Ukuran umum berkisar dari 100×150+60mm (50ml) hingga 280×400+120mm (3kg). Untuk tampilan dan stabilitas optimal, isi kantong hingga kapasitas 70-80%. Jika ragu, mintalah sampel sebelum melakukan pesanan dalam jumlah besar.
Memilih ukuran kantong yang tepat sangat penting untuk presentasi produk, dampak rak, dan efisiensi biaya. Panduan ini menjelaskan cara membaca dimensi, memilih ukuran yang tepat untuk produk Anda, dan menghindari kesalahan yang merugikan.
Memahami Dimensi Stand Up Pouch
Notasi standar untuk dimensi stand up pouch adalah W × H + D dimana setiap huruf mewakili ukuran tertentu:

Definisi Dimensi
• W (Lebar): Lebar rata kantong bila diletakkan mendatar, diukur dari tepi kiri ke tepi kanan. Ini adalah dimensi yang dihadapi pelanggan di rak.
• H (Tinggi): Tinggi total dari bagian bawah buhul hingga segel atas. Termasuk area segel (biasanya 5-10mm).
• D (Kedalaman/Bawah): Kedalaman buhul bagian bawah saat diperluas. Hal ini menentukan stabilitas berdiri dan tapak dasar.
Tip Pro: Kedalaman gusset bawah (D) biasanya 40-60% dari lebar (W) untuk stabilitas optimal. Kantong dengan lebar 160mm biasanya memiliki buhul bawah 80-100mm.
Ukuran Kantong Stand Up Standar
Meskipun ukuran khusus tersedia, sebagian besar produk sesuai dengan kategori ukuran standar berikut:

Gambar 2: Perbandingan visual ukuran kantong standar
Ukuran |
Dimensi (mm) |
Kapasitas |
Produk Khas |
Terbaik Untuk |
X |
100 × 150 + 60 |
50-100ml |
Sampel, satu porsi |
Paket percobaan, sachet |
S |
130 × 200 + 70 |
100-250ml |
Makanan ringan, permen, teh |
Paket makanan ringan eceran |
M |
160×240+80 |
250-500ml |
Kopi, kacang-kacangan, granola |
Ukuran paling populer |
L |
200 × 300 + 100 |
500ml-1L |
Makanan hewan peliharaan, protein |
Paket keluarga/nilai |
XL |
280 × 400 + 120 |
1-3kg |
Makanan hewan, barang curah |
Massal/grosir |
Cara Memilih Ukuran yang Tepat
Ikuti proses 4 langkah ini untuk menentukan ukuran kantong optimal untuk produk Anda:
Langkah 1: Hitung Volume Produk
Tentukan volume sebenarnya produk Anda berdasarkan berat dan kepadatan. Untuk bubuk dan butiran, pertimbangkan pengendapan selama transit (tambahkan 10-15% ruang ekstra).
Langkah 2: Terapkan Aturan Pengisian 70-80%.

Gambar 3: Rasio pengisian optimal untuk tampilan dan stabilitas terbaik
Untuk penampilan profesional dan stabilitas berdiri yang baik, isi kantong hingga 70-80% dari total kapasitas . Ini menyisakan ruang untuk segel atas dan memungkinkan kantong berdiri dengan benar.
Langkah 3: Pertimbangkan Ruang Rak
Periksa dimensi rak mitra ritel Anda. Rak ritel standar biasanya memiliki kedalaman 30-40cm. Pastikan kedalaman kantong Anda (saat diisi) tidak melebihi ruang yang tersedia.
Langkah 4: Minta Sampel
Selalu minta sampel dalam 2-3 ukuran potensial sebelum melakukan proses produksi. Isi dengan produk Anda yang sebenarnya untuk memverifikasi kesesuaian, penampilan, dan stabilitas.
Rumus Perhitungan Kapasitas
Perkiraan Volume (ml) = L × D × T × 0,6 1000
Dimana W, D, H dalam satuan milimeter. Faktor 0,6 menjelaskan bentuk meruncing dan area segel.
Contoh: 160 × 80 × 240 × 0,6 1000 = ~1,843ml kapasitas teoretis . Pada tingkat pengisian 75%, kapasitas yang dapat digunakan adalah ~1.380ml.
5 Kesalahan Umum Ukuran yang Harus Dihindari
❌ Kesalahan 1: Memilih ukuran berdasarkan kapasitas saja
Kantong 500ml untuk produk padat (seperti kacang) akan terlihat sangat berbeda dengan kantong 500ml untuk produk ringan (seperti keripik). Selalu pertimbangkan kepadatan produk.
❌ Kesalahan 2: Mengabaikan buhul bagian bawah
Gusset yang terlalu sempit tidak akan memberikan stabilitas. Gusset yang terlalu lebar akan membuang-buang material dan ruang rak. Targetkan D = 50% dari W sebagai titik awal.
❌ Kesalahan 3: Kantong terlalu penuh
Kantong yang terisi di atas 85% terlihat menggembung, tidak dapat berdiri dengan baik, dan rentan terhadap kegagalan segel. Tinggalkan ruang kepala untuk penyegelan dan estetika yang tepat.
❌ Kesalahan 4: Tidak memperhitungkan area segel
Tinggi 10-15mm bagian atas digunakan untuk menyegel dan tidak dapat menampung produk. Faktorkan ini ke dalam perhitungan Anda.
❌ Kesalahan 5: Melewatkan pengujian sampel
Spesifikasi kertas tidak pernah menceritakan keseluruhan cerita. Selalu isi sampel aktual dengan produk asli Anda sebelum memesan ribuan kantong.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Bisakah saya mendapatkan ukuran khusus yang tidak tercantum dalam tabel standar?
J: Ya. Sebagian besar produsen, termasuk Sunkey, dapat memproduksi ukuran khusus. Namun, ukuran khusus mungkin memiliki MOQ lebih tinggi dan waktu tunggu lebih lama. Ukuran standar seringkali lebih hemat biaya.
Q: Bagaimana cara mengkonversi antara ml dan gram?
A: Itu tergantung pada kepadatan produk. Air: 1ml = 1g. Biji kopi: 1ml ≈ 0,4g. Kopi bubuk: 1ml ≈ 0,5g. Kacang: 1ml ≈ 0,6g. Selalu uji dengan produk spesifik Anda.
Q: Berapa ukuran minimum dan maksimum yang tersedia?
A: Kantong stand up dapat berkisar dari 80×120+50mm (sachet sampel) hingga 400×500+150mm (kemasan massal). Ukuran yang sangat besar mungkin memerlukan peralatan khusus.
Q: Apakah ritsleting atau cerat mempengaruhi pemilihan ukuran?
J: Ya. Ritsleting menambahkan 15-20mm ke persyaratan ketinggian. Cerat memerlukan ruang header tambahan (biasanya 30-40 mm). Pertimbangkan fitur-fitur ini saat menghitung volume yang dapat digunakan.
T: Bagaimana cara meminta sampel ukuran?
A: Hubungi Sunkey Packaging dengan menginformasikan jenis produk, target berat/volume, dan bahan pilihan Anda. Kami akan merekomendasikan 2-3 ukuran yang sesuai dan mengirimkan sampel untuk pengujian.
Butuh Bantuan Memilih Ukuran yang Tepat?
Kita pakar pengemasan dapat membantu Anda memilih ukuran kantong yang tepat untuk produk Anda. Kami menawarkan:
• Konsultasi dan rekomendasi ukuran gratis
• Contoh kantong dalam berbagai ukuran untuk pengujian
• Produksi ukuran khusus dengan MOQ kompetitif
• Perputaran cepat pada ukuran standar
Artikel Terkait
• Apa itu a Kantong Berdiri ? Panduan Lengkap
• Bahan Stand Up Pouch: PET vs AL vs PE
• Stand Up Pouch vs Tas Flat Bottom: Mana yang Harus Dipilih?